• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO

NPSN : 20501738

Jl.Lawu Komplek Kepuh Permai Kec.Waru Kab.Sidoarjo 61256


[email protected]

TLP : 031 8661775


          

Prestasi Siswa


Kejuaraan Karate

Ananda Fellycia Putri Hilda Subagyo Juara 1 Internasional Open Karate Championship Walikota Surabaya Cup 2022



:: Selengkapnya

Banner

Jajak Pendapat

Statistik


Total Hits : 341385
Pengunjung : 154492
Hari ini : 124
Hits hari ini : 330
Member Online : 0
IP : 216.73.216.109
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Rapor Pendidikan: Identifikasi, Refleksi, dan Benahi




Cirebon, Kemendikbudristek --- Rapor Pendidikan yang merupakan program Merdeka Belajar Episode 19 memiliki dampak yang luar biasa bagi sekolah jenjang dasar dan menengah. Banyak dinas pendidikan yang gencar menyosialisasikan dan mengimplementasikan Rapor Pendidikan, salah satunya Pemerintah Kota Cirebon.
 
Kepala Bidang Kurikulum dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Lili Chauliyah mengatakan, pada rapor pendidikan, semua sekolah harus melakukan tiga prinsip, yaitu identifikasi, refleksi, dan benahi. Pada tahap identifikasi, sekolah diharapkan dapat mengidenfikasi kekurangan yang ada pada sekolahnya. Pada tahap refleksi, sekolah dapat melakukan refleksi dari kekurangan yang ada sehingga nantinya harus dibenahi dengan segera.
 
“Dengan adanya rapor pendidikan, sekolah-sekolah merasa sangat terbantu. Mereka dapat mengindentifikasi secara mandiri permasalahan yang ada, sehingga dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat guna,” ujar Lili di Kantor Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (21-11-2022).
 
Ia  mengatakan, melalui rapor pendidikan, kepala sekolah selaku manajer dapat merealisasikan dana BOS sesuai dengan kondisi sekolah dan dapat menyentuh ke substansi yang dibutuhkan. “Setelah tahu kekurangannya, ayo, masukkan dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sesuai penyakit dan obat yang dibutuhkan,” katanya.
 
Lili menambahkan, dengan adanya Sistem Informasi Pengadakan (SIPLah), sekolah tidak perlu repot dalam memilih penyedia/rekanan sendiri karena menguras tenaga dan pikiran. “Sekolah dipermudah mencari barang yang dibutuhkan sekolah. Pihak sekolah tidak perlu menyiapkan tim khusus pengadaan barang untuk mengecek, memilih barang dan jasa yang memakan waktu dan keahlian khusus,” ujarnya. (Devy Putri Puspitasari/Desliana Maulipaksi)

Penulis : Pengelola Web Kemdikbud

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/11/rapor-pendidikan-identifikasi-refleksi-dan-benahi



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas