• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO

NPSN : 20501738

Jl.Lawu Komplek Kepuh Permai Kec.Waru Kab.Sidoarjo 61256


[email protected]

TLP : 031 8661775


          

Prestasi Siswa


Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB)

Juara 1 Bina LKBB Tingkat SMP/MTs Se-Jatim Tahun 2022



:: Selengkapnya

Banner

Jajak Pendapat

Statistik


Total Hits : 304310
Pengunjung : 132328
Hari ini : 184
Hits hari ini : 404
Member Online : 0
IP : 216.73.216.222
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Psikolog UI: Lato-lato Timbulkan Emosi Positif untuk Anak-anak




Lato-lato sedang banyak digandrungi oleh semua kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Menurut Psikolog Klinis Anak yang juga merupakan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Efriyani Djuwita, permainan lato-lato mampu menimbulkan rasa penasaran dan memacu diri untuk menguasainya. Terlebih, jika orang-orang di sekitarnya banyak yang terampil memainkan lato-lato.

"Tren di masyarakat mengenai permainan ini, mampu menambah rasa penasaran dan ingin mencoba, sehingga pada akhirnya banyak kita jumpai anak-anak memainkan mainan ini di mana-mana," kata Efriyani dalam keterangannya, Senin (16/1/2023). Lebih dari sekadar permainan, sebut dia, permainan lato-lato ini dapat menimbulkan emosi positif bagi seseorang, terlebih pada anak-anak, seperti emosi senang, karena merasa berhasil dan bangga karena mampu melakukannya.

Hal ini menjadi salah satu emosi positif yang mungkin dirasakan anak saat berhasil memainkan lato-lato. "Karena permainan ini memang mengasah keterampilan motorik dan fisik, maka anak akan terlatih dalam aspek perkembangan tersebut. Dalam permainan ini, kontrol gerakan motorik tangan juga berperan, sehingga gerakan lato-latonya bisa berhasil," tegas dia.

Jika dilihat dari aspek sosial, kegiatan bermain ini sedang marak dimainkan oleh semua orang, maka bisa menjadi suatu media yang dapat membantu interaksi sosial anak, seperti dengan cara bermain bersama. Selain itu, sense kompetisi juga dapat tumbuh pada anak. Lanjut dia mengaku meskipun lato-lato merupakan permainan sederhana, tetapi perlu diperhatikan kesesuaiannya dengan usia anak.

Untuk itu, diperlukan peran orang tua dalam mengedukasi dan mendampingi mereka saat bermain lato-lato. Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah material mainan tersebut karena belum lama ini terdapat kasus anak yang harus dioperasi matanya akibat terkena pecahan lato-lato. Pertama, sambung dia, tentunya menyeleksi dulu apakah alat permainan ini sesuai dan cocok untuk anak-anak. Kedua, ketika orangtua sudah tahu mana permainan yang aman dan cocok untuk anaknya, orangtua bisa memberikan contoh bagaimana memainkannya terlebih dahulu jika anak memang mengalami kesulitan memainkannya. "Di sini, orangtua bisa menjadi play leader dan kemudian secara perlahan membiarkan anak melakukan trial and error dan bermain dengan caranya," tegas dia. Orangtua juga bisa memberikan aturan kapan permainan ini bisa dimainkan dan di mana tempat yang aman dan cocok memainkannya. Ketiga, orangtua bisa menjadi co-player, artinya orangtua bisa menjadi teman bermain anak. Keempat, orangtua juga bisa memegang peran onlooker, yakni menjadi pengamat dan siap membantu jika anak memerlukan bantuan. Hal ini juga berarti, jika anak sudah terampil bermain lato-lato, orang tua tetap harus mengawasi.

Di sisi lain, lato-lato juga turut berpengaruh pada aturan beberapa sekolah di Indonesia. Seperti, Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Bandung Barat yang melarang siswa Sekolah Dasar (SD) membawa mainan lato-lato ke sekolah. Menanggapi tersebut, Efriyani menyampaikan aturan tersebut dilakukan sekolah karena beberapa hal, seperti menganggu jalannya kegiatan sekolah, menimbulkan risiko kecelakaan, dan lain sebagainya.

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2023/01/16/202745271/psikolog-ui-lato-lato-timbulkan-emosi-positif-untuk-anak-anak?page=all#page2.
Penulis : Dian Ihsan
Editor : Dian Ihsan




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas